First Trip to Wamena..

… sepenggal cerita di awal Ramadhan 1431…

Pemberitahuan mendadak untuk berangkat ke Papua bukan hal yang asing, karena Papua adalah daerah yang cukup sering dikunjungi. Tetapi kali ini diminta berangkat ke Wamena, yang katanya dingin sekali karena berada di kawasan Pegunungan Jayawijaya. Karena ini saya mencoba mencari informasi dari kawan-kawan yang pernah datang ke daerah ini, dan kesimpulannya, daerah ini memang dingin sekali, perlu persiapan supaya dapat beraktifitas dengan nyaman di sana.

Berbekal jaket tebal plus kupluk-nya, kaos kaki tebal, celana hangat, dll akhirnya saya merasa cukup siap untuk berangkat ke Wamena. Kami berangkat dengan pesawat Garuda dari Cengkareng pukul 23.55 menuju Jayapura.

Kawan yang mengatur keberangkatan mendapatkan tiket bis Primajasa terakhir, pukul 16.00 dari BSM (Bandung Super Mall). Tadinya saya pikir ada alternatif lain dengan travel, tapi entahlah, yang penting akhirnya kami tiba di Cengkareng pada hari Sabtu malam pukul 20.00 setelah melewati kemacetan di toll kota karena ada sebuah Suzuki Carry terguling di salah satu ruas.

Transit di Makassar dan Biak, saya putuskan untuk tidak turun dari pesawat, karena ingin menikmati menit demi menit waktu istirahat. Shalat subuh-pun dilakukan sambil terbang sebelum akhirnya pesawat tiba di Sentani pukul 10.00. Rupanya jam kedatangan pesawat ini tidak pas dengan jam keberangkatan Trigana Air yang sudah dipesan. Karena begitu kami landing, penumpang pesawat tersebut sudah mulai boarding. Alhasil kami harus menunggu pesawat berikutnya.

Kawan saya menuju loket Trigana, menunjukkan bukti booking tiket, dan kemudian dengan ramah petugas memberikan tiket sehingga kami dapat berangkat dengan penerbangan berikutnya, yang dijadwalkan pukul 13.00. Cek-in merupakan cerita tersendiri, perlu perjuangan tersendiri supaya tidak sampai tertunda hanya gara-gara para penumpang yang tidak mau tertib antri, ditambah para ‘penolong’ yang seperti berlomba mengutamakan kepentingan klien-nya.

Begitulah kondisi penerbangan di Papua. Manakala kondisi cuaca baik, maka penerbangan yang rencananya hanya dilakukan satu kali, akhirnya dilakukan beberapa kali, sehingga penumpang yang terangkut menjadi banyak sekali. Mungkin karena di Wamena ada agenda Festival Lembah Baliem sehingga banyak sekali penumpang menuju ke sana, terutama turis-turis asing.
Kami boarding pukul 13.45, dan take off pukul 14.00. Karena ini adalah perjalanan pertama ke Wamena, saya meminta supaya dapat duduk di bagian yang berdekatan dengan jendela. Lucu memang karena seat-nya bisa bebas pilih, tidak berdasarkan nomor duduk seperti lazimnya penerbangan reguler lainnya.

Awalnya tidak terlalu memperhatikan karena pemandangan Danau Sentani sudah sering dilihat. Akan tetapi ketika memasuki kawasan pegunungan, akhirnya saya tergerak untuk merekam pemandangan walaupun dengan peralatan kamera pocket seadanya.

Sempat merekam beberapa spot yang menarik, diantaranya ketika menyaksikan keberadaan satu-dua rumah yang terletak di daerah terpencil (in the middle of nowhere). Jauh dari mana-mana. “Kok bisa ya ada orang tinggal disitu?” demikian pertanyaan dalam benak saya. Bagaimana material-material bangunan bisa diangkut ke lokasi tersebut tidak perlu lagi saya tanyakan.

Yang paling menarik adalah ketika melewati “Pintu Angin”, suatu daerah di mana pesawat terbang diantara pegunungan, dengan lembah di bagian bawahnya (yang kemudian saya ketahui sebagai kawasan Lembah Baliem). Rona alamnya mirip ketika hendak mendarat di Kota Bandung, akan tetapi bedanya di sini tidak terlihat banyak bangunan. Sungai Baliem yang meliuk-liuk, asap mengepul di satu-dua titik, menunjukkan adanya kehidupan diantara heningnya lembah yang dingin itu.

Akhirnya pesawat mendarat dengan sukses di Bandara Wamena pukul 14.50. Setelah mengambil bagasi, kamipun keluar dari ruang kedatangan, disambut oleh anggota tim yang sudah lebih dulu ditugaskan di Wamena.

(bersambung)….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s