Infra Struktur, Teknologi, Pengembangan Wilayah

Tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan masih belum 100 % tersebar secara merata di muka bumi nusantara yang kita cintai ini. Bagaimana tidak, untuk membangun 1 km jalan dengan lebar yang sama antara di Jawa dengan di Poros Merauke – Tanah Merah, misalnya, memiliki perbedaan harga satuan yang tidak sedikit.

Jangankan di wilayah timur Indonesia. Kalimantan pada umumnya, dengan segala sumber daya alamnya masih memiliki masalah dengan pasokan listrik. Ambil contoh Kota Samarinda yang notabene adalah ibukota Kalimantan Timur yang dicap sebagai lumbung gula, yang banyak dikerumuni semut-semut dari luar. Listrik padam bukan hal yang aneh terjadi. Tentu masalahnya adalah ketidakseimbangan antara supply dan demand energi listrik.

Maka tidaklah aneh jika ketika berkesempatan datang ke daerah seperti Tanah Merah waktu itu (awal tahun 2007), di tengah malam saya terbangun dengan mendapati kondisi kamar yang gelap gulita karena pukul 00.00 listrik padam. Atau di Teluk Wondama yang baru bisa mulai kerja pukul 09.00 dan jika pukul 14.30 harus cepat-cepat men-save file sebelum ups teriak-teriak karena listrik su padam pukul 15.00.

Dengar kabar dari beberapa kawan di daerah lain (NTB, NTT) kondisinya tidak jauh berbeda.

Belum lagi jika kita berbicara tentang telekomunikasi. Rupanya gerak cepat PT Telkom masih kalah di beberapa kabupaten dibanding operator-operator swasta. Ketika berangkat dari Merauke ke Tanah Merah, hanya ada 2 kali kesempatan berkomunikasi dengan keluarga di Bandung, yaitu ketika di Bupul ada wartel yang menggunakan telpon satelit, dan di Jair dengan sinyal Indosat-nya. Atau di Teluk Wondama dengan satu-satunya BTS milik Telkomsel. Jika saja daerah-daerah yang relatif lebih mudah diakses seperti disebut di atas seperti itu kondisinya, apatah lagi daerah yang jauh lebih sulit aksesibilitasnya. Karena itu, rasanya kita masih perlu berlapang dada melihat pengembangan kawasan/daerah yang sedemikian jauh rentangnya antara daerah paling maju dengan daerah paling belum maju…

Semoga kendala-kendala geografis ini tidak menyurutkan niat-rencana-usaha baik pemerintah maupun swasta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur. Which means projects for some people…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s