Perjalanan ke Teluk Wondama (sambungan)

…tulisan ini ditulis sebagai sambungan dari tulisan pertama saya, tentang Perjalanan ke Teluk Wondama, terutama teringatkan oleh komentar dari Mas/Pak Iwan Bulus tangal 18 Februari lalu…

—————

Ke Teluk Wondama bisa melalui rute:

1. Jakarta – Manokwari – Wasior (ibu kota Kab. Teluk Wondama)

2. Jakarta – Jayapura – Wasior.

Moda tranportasinya:

1. Jakarta – Manokwari,

Bisa pakai Merpati Air, Batavia Air, atau Ekspress Air. Harga tiket bervariasi.

Dari Manokwari ke Wasior bisa via udara, pakai pesawat kecil (18 penumpang) dengan ketidakpastian pemberangkatan karena jumlah penumpang tidak sebanding dengan frekuensi penerbangan (jalur perintis), lama waktu tempuh sekitar 30 menit, terbang tidak terlalu tinggi, masih bisa menikmati pemandangan, tapi suara berisik karena pesawat baling-baling….

atau via laut, pakai ‘Kapal Putih’ dengan membeli tiket PELNI, waktu tempuh sekitar 6 – 8 jam, atau ‘Kapal Perintis’ (yang ini saya gak tau beli tiketnya di mana). Waktu tempuh sekitar 13 – 15 jam.

2. Jakarta – Jayapura, pilihan maskapai dan waktu lebih banyak.

Dari Jayapura ke Wasior dengan Kapal Laut bisa memakan waktu 48 jam, mampir di beberapa tempat seperti Sarmi, Biak, Yapen, Waropen, Nabire, baru masuk ke Wasior.

Tentang jadwal dari Manokwari atau dari Jayapura ke Wasior, saya tidak bisa membantu banyak, karena sangat kondisional. Mungkin setibanya di Manokwari atau Jayapura bisa cari info lagi. Untuk di Manokwari, silakan kontak Bang Mody (sopir carteran), nomornya: 085244661067.

Info tambahan:

1. Di Manokwari ada Mall Hadi, cukup lengkap, harga standar lah, tidak heboh2 amat.

2. Sediakan saja dana untuk satu orang sekitar 10jt untuk transport pp dari dan ke Jkt.

3. Di Wondama hanya ada Bank Papua dan Bank BRI. Saya sudah coba ATM Bersama-nya bisa narik dana dari rekening BNI.

4. Di Wasior baru ada 1 hotel, lokasinya dekat kantor Bupati. Rate-nya saya lupa. Tapi biasanya fully booked. Pengelolanya Mas Faiz, 085244499778. Di hotel ini ada warnetnya juga.

5. Menu makanan cukup bervariasi, ada gado-gado, ada soto, sate, de el el… Yang pernah saya coba sate ayam di dekat bandara, sate di dekat kantor Polsek, gado2 di dekat dermaga (sudah pindah).

6. Kalau anda muslim, diharap berhati-hati karena (maaf) binatang anjing dan babi berkeliaran dengan bebas.

Semoga membantu…

—————

Kalau boleh nitip Mas, saya titip tanaman Keris Papua yang batangnya hitam ya, biar yang di rumah ada temennya, tks…

Ini foto2 yang bisa saya share:

Kamar 'sewa khusus'

Suasana di dermaga wasior

Suasana di Bandara Wasior

One thought on “Perjalanan ke Teluk Wondama (sambungan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s