Satu Sudut di Nusantara

“Bagi kami, untuk membeli baju anak dan istri mesti mikir-mikir Pa, karena harganya yang mahal”… kalimat itu terus terngiang-ngiang di telinga. Kalimat yang polos tadi keluar dari mulut salah seorang nelayan yang kebetulan malam itu sama-sama menginap di Pulau Abaruki, salah satu pulau kecil tanpa penduduk di perairan Teluk Wondama. Nelayan tersebut beserta beberapa rekannya seringkali menangkap ikan di daerah Teluk Cendrawasih, sekitar Kepulauan Auri (Auri nama salah satu marga). Kami menghabiskan malam tersebut bersama sekitar 12 orang (termasuk rombongan saya 6 orang). Kami tidur diatas hamparan pasir putih di tepi pantai, tanpa alas apapun, sambil menikmati irama ‘percakapan’ kepiting pantai (kepiting kecil-kecil berwarna putih agak transparan) dan deburan ombak.

Bagi saya pribadi, sungguh suatu pengalaman yang luar biasa ketika malam itu, tanggal 3 Desember 2007 yang lalu kami berangkat survey mengelilingi perairan Teluk Wondama untuk satu pekerjaan. Karena keterbatasan persediaan ‘minyak’ (bensin) maka kami baru bisa berangkat pukul 14.30 dari dermana Wasior, ibukota Kabupaten Teluk Wondama. Dengan semangat menggebu, sepanjang perjalanan kami merekam cukup banyak spot sampai akhirnya kami mendekati Pulau Abaruki tersebut. Setelah melempar jangkar, kami berenam naik ke pantai yang saat itu menjelang matahari terbenam.

(bersambung…)

sudut abaruki

hamparan pasir putih di Abaruki

10 thoughts on “Satu Sudut di Nusantara

  1. salam kenal saya dari makassar sangat tertarik dengan kab baru teluk wondama untuk mengembangkan usaha disana.oh ya bidang usaha saya di IT,mengingat daerah baru jadi sangat dibutuhkan tehnologi utk memacu ketertingalan,lagi pula sy senang sekali berpetualang mencari tantangan baru apalagi dari cerita anda2 sekalian yg sdh pernah kesana bilang pemandangannya luar biasa,wah saya jadi penasaran pengen kesana.trims ya atas informasinya.

    —–
    Salam kenal Bung Robert.
    Banyak orang Makassar di Wondama…
    Saat ini Pemda Wondama gencar membangun infrastruktur (jalan, jembatan)…
    Silakan lho kalau berniat ke sana, seru lah pokoknya… (admin)

  2. Wah, SubhanAlloh! seru dong bisa keliling2 di Wondama ya?
    sy gak selama dan sejauh itu keliling2nya Mba Kiky.
    Ide mnulis pengalaman2 pjalanan spt ini muncul terutama stlah brtemu dg penjaga perbatasan Indonesia – Papua Nugini, di malam2 gelap, mereka jaga tanpa lampu setitik pun, gelap, jauh dari mana2, dll. Kebayang rasanya klo semua orang bisa berfungsi sesuai posisinya masing2, secara jujur, adil, penuh semangat, dan negara menjamin kesejahteraan semuanya, sehingga ketika jaga di pos spt itu tidak ada lagi mikiran “gimana nasib kluarga saya ya?” …. Atau, orang2 yang punya kewenangan, tidak ada lagi pikiran untuk menyalahgunakan kewenangan yang melekat pada dirinya untuk kepentingan sesaat dirinya. Semua berpikiran sama untuk kemajuan bangsa ini, dunia dan akhirat… wah, sungguh indah klo bisa seperti ini…
    Melihat aksesibilitas ke daerah2 spt Boven Digoel, atau Wondama (saya yakin, masih begitu banyak daerah lain dengan aksesibilitas yang jauh lebih jelek dari ini) di negeri yang katanya sudah lebih dari 60 tahun merdeka ini. Berat memang tugas pemimpin dan pemerintah kita ini. So, kenapa mesti rebutan jadi pemimpin ya?
    Ah… sudahlah…

  3. Mas DHS maaf saya bukan cowok tapi cewek hehehehe mungkin gara2 ada nama cowok di belakang alamat email saya ya….Kebetulan hampir setahun yang lalu tepatnya mei sampai november 2007 saya pernah jadi dokter ptt di kab.teluk wondama tepatnya di puskesmas wasior.Kalo di Wasior sih pernah dari Dotir sampe ke Tandia naek motor buat cari anggrek.Yang belum ditrik wombu (kalo ndak salah daerah wasior selatan dan barat ya). Alhamdullillah saya terpilih jadi koordinator pengobatan GSI (gerakan sayang ibu) yang notabene tugasnya memeriksa dan mengobati ibu hamil dan masyarakat di seluruh distrik teluk wondama sehingga punya kesempatan keliling2 pulau di daerah teluk cenderawasih hampir 2 minggu non stop di atas long boat.Subhanallah memang pemandangannya keren2 terutama pantai2nya ndak kalah ama Bali mulai dari distrik rumberpon (kampung iseren,kaprus,isenebuai,siresi,yomaka,yari-yari,muspairo,watitindauw,nusrowi,ampe di reyop),distrik wamesa or sabobar (ambuar,karuang,waprak,yomber,dll),distrik windesi(werianggi,sandey,yopmeus,sombokoro,mamisi,dll),
    Distrik aisandami (menarbu,syabes,yende,yopanggar,dll).Yang berkesan tuh di pantai mamisi,windesi mas pasirnya putih bersih tak bernoda (kayak iklan detergen) tapi kalo malam agasnya minta ampun bikin tersiksa dan bekas gigitannya masih ada sampai hari ini.Memang papua barat tuh cantik sekali viewnya jadi pingin keliling ke seluruh wilayah papua yang lain neh pingin ke raja ampat,kaimana, sorong,nabirae,biak numfor,dll pokoknya keliling papua dan papua barat neh mas.Insyaallah kalo ada rejeki dan kesempatan bisa kesampaian.Amien3x.Kalo masih di wasior titip salam buat pak AlbertH Torey ya mas.Katanya rumah dinas bupati di Rasiei dah ditempati…..Pinginnya bikin blog kayak mas dhs tapi masih belajar neh…:)

  4. Mas Kiky, tks dah mampir.
    Sy bkrja di PT Alami Media Kreasi, konsultan perencana.
    kbtulan tempo hari sy ada pkrjaan di Wondama, ada ksmpatan keliling pulau2, mampir k Yende, Siabes, Aisandami, bermalam di P. Abaruki itu. Besoknya k Rumbrapon, Rumberpon, trus k Yembekiri, Pruf, dll.
    Sempt jg main k Rasiei, kampung nelayan tradisional. Nyebrang sungai ke komplek pemda, berburu Keris Papua. Sayang gak jd beli anggrek merah tuh, padahal ada yg nawarin.
    subhanAllah, pemandangannya indah2 sekali, dan yg paling mmbuat sy senang adalah waktu bermalam di Abaruki bsama para nelayan itu, kesempatan berkenalan dan membuka mata terhadap ‘dunia lain’ yang terus terang begitu berkesan bagi sy.
    Mas Kiky kapan, brp lama, n ke mana saja di Wasior? Kerja d bidang apa Mas?

  5. salam kenal….teluk wondama memang keren banget.Kalo boleh tau kerjaannya di bidang apa? sudah pernah ke pulau nusrowi di distrik rumberpon ,yembekiri pemandangannya bagus banget gak kalah ama raja ampat ato menurut saya lebih bagus🙂

  6. ide yang bagus! kalo banyak orang bangga jalan2 ke luar nagrek eh negeri tapi ini mah membawa orang untuk menjelajah pelosok nusantara yang jarang / luput disorot. tapi jangan lupa banyak yang bisa dipelajari dari bagaimana negara2 Barat membangun pelosoknya yang bisa diterapkan di nusantara ini supaya gak kebablasan (ngaconya)….

  7. Mbak (Ibu?) Noni, terima kasih sdh mau berkunjung. Sy blum update lagi infonya, masih sibuk menyelesaikan bab demi bab dulu nih, baru nanti sy pilih yang bisa disubmit di sini.
    Btw, info apa yang diperlukan? memang data masih minim krn Teluk Wondama kabupaten baru, waktu itu sih, RTRW-nya saja baru sampai draft final (katanya lho)…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s