“Bagi kami, untuk membeli baju anak dan istri mesti mikir-mikir Pa, karena harganya yang mahal”… kalimat itu terus terngiang-ngiang di telinga. Kalimat yang polos tadi keluar dari mulut salah seorang nelayan yang kebetulan malam itu sama-sama menginap di Pulau Abaruki, salah satu pulau kecil tanpa penduduk di perairan Teluk Wondama. Nelayan tersebut beserta beberapa rekannya seringkali menangkap ikan di daerah Teluk Cendrawasih, sekitar Kepulauan Auri (Auri nama salah satu marga). Kami menghabiskan malam tersebut bersama sekitar 12 orang (termasuk rombongan saya 6 orang). Kami tidur diatas hamparan pasir putih di tepi pantai, tanpa alas apapun, sambil menikmati irama ‘percakapan’ kepiting pantai (kepiting kecil-kecil berwarna putih agak transparan) dan deburan ombak.
December 17, 2007
Satu Sudut di Nusantara
read more »
Posted in My Expedition | 10 Comments »



