Posts tagged ‘Papua’

June 22, 2009

Seminggu di Wasior

Well, tidak banyak yang bisa diceritakan tentang kegiatan di Wasior, ibukota Kabupaten Teluk Wondama ini, selain tentunya karena sebagian besar adalah kegiatan terkait kepentingan perusahaan, sisanya adalah kegiatan ‘berburu’ tanaman Keris Papua, benih Matoa, ‘pesta’ durian yang baru musim, janjian di sana dan di sini, dan tentunya ‘berburu’ tiket pesawat.

keris papua yang sudah 'dibandungkan'

Sisa-sisa Pesta Durian

Satu hal yang memang dirasa susah adalah keluar dari Wasior. Bagaimana tidak, saya mengagendakan bisa berangkat dari Wasior hari Rabu dengan Kapal Ngapulu ke Jayapura, rupanya harus ditunda karena kapal sedang dok. Karena urusan belum selesai, 4 flight di hari Kamis juga tidak dapat saya manfaatkan. Hari Jumat pesawat tidak jadi datang, demikian juga Hari Sabtu karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Ketika dapat info bahwa Hari Minggu ada dua flight dari Wasior, saya segera mencari informasi. Akhirnya setelah bersedia masuk dalam waiting list penerbangan Merpati hari Minggu, dengan rasa syukur saya bisa terbang ke Manokwari. Penerbangan yang cukup mendebarkan karena pesawat kecil berbaling-baling 2 ini sangat terasa sekali bergoncang.

Asap rokok yang mengepul dari daerah pilot dirasa mengganggu para penumpang, sehingga beberapa penumpang menggunakan jarinya menutup hidung karena tidak tahan dengan asap rokok tersebut….

Ketika pesawat mendarat di bandara Manokwari, kembali saya sempat sedikit kaget ketika roda pesawat mengeluarkan bunyi berdecit, ditambah pesawat mendarat dengan sedikit ‘ngepot’ ke kiri…. mungkin karena roda depan tidak pake rem cakram ya? ha ha ha…..

Bagaimanapun, akhirnya saya dapat menikmati fasilias hotspot di salah satu hotel di Manokwari ini, untuk posting tulisan sambil menunggu waktu yang tepat untuk mencari buah tangan untuk buah hati di rumah…

Semoga kedatangan ke sini di lain waktu lebih banyak bercerita tentang pengalaman yang lebih menarik….

Wass…

June 22, 2009

Perjalanan ke Teluk Wondama (4?)

…rupanya satu halaman tidak cukup untuk cerita pengalaman 2 minggu di Papua….

Cuaca cerah di Hari Sabtu ketika kapal memasuki daerah Serui, saya sempat terheran-heran ketika ada seorang bapak sedaang asyik menelpon dari hape-nya. Ketika saya tanya, rupanya di daerah itu ada sinyal dari salah satu operator selular. Fyi, tidak semua operator selular memberikan layanan di Papua. Untuk amannya, lebih baik seandainya memiliki nomor dari Operator T*******L selain nomor lain yang biasa kita pakai….

June 22, 2009

Perjalan ke Teluk Wondama (3?)

…….tulisan ini terutama didedikasikan bagi mereka yang hendak bepergian ke wilayah Papua dan belum memiliki informasi yang cukup mengenai kondisi transportasi di kawasan ini…. semoga membantu…

Kapal Labobar yang seharusnya masuk Pelabuhan Jayapura Hari Jumat 12 Juni pukul 11.00 ternyata baru tiba pukul 16.00, dan direncanakan berangkat pukul 13.00 akhirnya direschedule berangkat pukul 20.00 dan jadinya berangkat juga pukul 23.00 WIT. Saya yang sudah check out dari hotel, akhirnya extend setengah hari karena tidak mungkin saya bengong di pelabuhan untuk sesuatu yang tidak pasti…. Di hotel saya berbincang-bincang dengan seorang Bapak, yang rupanya hendak berangkat ke Nabire dengan kapal yang sama. Kami sama-sama mengatakan, “Semoga kita bisa bertemu lagi Pa…”

June 11, 2009

Seminggu di Jayapura, Papua

Hari ke- lima di Jayapura, semakin lama semakin banyak yang bisa dilihat dan dipelajari dari kota ini.

Pertama, perilaku berlalu lintas yang masih bisa terlihat adalah ketika ada pejalan kaki yang akan menyeberang di jalur penyeberangan (zebra cross), maka kendaraan (terutama mobil) akan otomatis memberi jalan. Rupanya kebiasaan yang sangat mengesankan bagi saya pribadi ini masih bertahan, setidaknya sejak saya saksikan waktu pertama kali berkunjung ke kota ini tahun 1994.

March 4, 2009

Infra Struktur, Teknologi, Pengembangan Wilayah

Tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan masih belum 100 % tersebar secara merata di muka bumi nusantara yang kita cintai ini. Bagaimana tidak, untuk membangun 1 km jalan dengan lebar yang sama antara di Jawa dengan di Poros Merauke – Tanah Merah, misalnya, memiliki perbedaan harga satuan yang tidak sedikit.

February 19, 2009

Perjalanan ke Teluk Wondama (sambungan)

…tulisan ini ditulis sebagai sambungan dari tulisan pertama saya, tentang Perjalanan ke Teluk Wondama, terutama teringatkan oleh komentar dari Mas/Pak Iwan Bulus tangal 18 Februari lalu…

January 23, 2009

Keris… (2)

Karena masih penasaran dengan tumbuhan ini, saya googling dan menemukan beberapa posting terkait tanaman ini. Banyak info tentang apa saja khasiatnya, yang tentunya belum ada pembuktian ilmiah tentang itu, yang jelas semakin heboh beritanya, membuat pencinta tanaman semakin bernafsu mendapatkannya. Berikut beberapa cuplikannya…

1. Mau Beli Bunga Keris Papua, Datanglah ke Nabire

Keris Papua 01

Keris Papua 01

December 17, 2007

Perjalanan ke Boven Digoel

Si ibu terlihat bingung menerima enam lembar uang lima puluh ribu yanag diberikan sebagai ‘pengganti’ atas ‘fasilitas’ penginapan yang kami gunakan (gudang kayu yang penuh dengan sarang laba-laba) dan makanan yang kami makan (daging rusa dimasak sedemikian rupa sehingga cukup menggugah selera). “Saya memang biasa menolong orang yang bermalam di sini, tapi saya tidak bermaksud memasang tarif dan menarik keuntungan dari itu”, kata si Ibu menambahkan, sambil mengembalikan tiga lembar uang tersebut kembali ke saya.

December 17, 2007

Satu Sudut di Nusantara

“Bagi kami, untuk membeli baju anak dan istri mesti mikir-mikir Pa, karena harganya yang mahal”… kalimat itu terus terngiang-ngiang di telinga. Kalimat yang polos tadi keluar dari mulut salah seorang nelayan yang kebetulan malam itu sama-sama menginap di Pulau Abaruki, salah satu pulau kecil tanpa penduduk di perairan Teluk Wondama. Nelayan tersebut beserta beberapa rekannya seringkali menangkap ikan di daerah Teluk Cendrawasih, sekitar Kepulauan Auri (Auri nama salah satu marga). Kami menghabiskan malam tersebut bersama sekitar 12 orang (termasuk rombongan saya 6 orang). Kami tidur diatas hamparan pasir putih di tepi pantai, tanpa alas apapun, sambil menikmati irama ‘percakapan’ kepiting pantai (kepiting kecil-kecil berwarna putih agak transparan) dan deburan ombak.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.