Siapa yang tidak kenal Lapang Gasibu dan Monumen Perjuangan Rakyata Jawa Barat (rasanya menyebut Gasibu lebih mudah daripada MPRJB). Hampir bisa dipastikan perhelatan akbar sering dilakukan di Lapang Gasibu ini. Tidak ketinggalan juga kegiatan informal seperti jogging/berolah raga di hampir setiap pagi dan sore hari, terutama pada hari Minggu pagi.
Kumpulan orang di Lap Gasibu ini rupanya membuat para pedagang tertarik untuk berdagang di dan sekitar Lap. Gasibu ini. Tidak aneh lagi jika hampir setiap minggu pagi dapat dipastikan lalu lintas menuju sekitar Lap Gasibu dan Gedung Sate akan sangat tersendat atau bahkan macet, karena terjadi ‘rebutan’ pemanfaatan jalan oleh pengguna kendaraan, pejalan kaki, dengan para pedagang ‘kagetan’ yang tentunya meraup keuntungan yang tidak sedikit dari aktifitas mingguan di sini…
Kondisi kemacetan seperti ini sudah berlangsung sekian lama, seingat saya sendiri, sejak ‘hijrah’ ke Bandung tahun 1991, keramaian di sekitar Lap Gasibu ini sudah demikian adanya. Hanya saja semakin hari rasanya semakin padat saja.
Dengan skalanya seperti itu, ditambah dengan kemudahan aksesibilitas dari setiap arah, apalagi setelah adanya Jembatan Paspati, maka Lap Gasibu semakin menjadi daerah yang strategis untuk mengumpulkan massa, terutama kegiatan berskala propinsi (Jawa Barat).
Rupanya intensitas penggunaan Lap Gasibu belakangan ini semakin meningkat karena dianggap paling pas untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan kampanye akbar menjelang pemilu 9 April 2009 mendatang…
Hari Minggu ini, mulai pagi sekitar pukul 08-an, mulai terlihat kerumunan massa di beberapa titik, ada yang menggunakan motor, sepeda, mobil pribadi, angkutan kota (angkot) yang ditempeli berbagai macam stiker, maupun kendaraan terbuka. Ternyata semua menuju satu titik…. Lap. GASIBU…. ya Lap Gasibu menjadi begitu meriah dengan seragamnya warna pakaian para pengunjung… putih, hitam, kuning…
Hujan yang cukup deras rupanya tidak mengurangi minat para pengunjung untuk bertahan di Lap. Gasibu, apalagi ketika Gubernur Jawa Barat Bapa Ahmad Heryawan juga ikut berhujan ria, ditambah dengan hentakan drum dari grup band GIGI, sanggup membuat mereka yang hadir bertahan sampai acara selesai…
Katanya sih, Lap Gasibu masih akan terus meriah hingga tanggal 5 April, masa akhir kampanye Pemilu 2009. Bagaimana memaknainya? Tentu masing-masing punya alasan untuk terlibat atau tidak….
Hmmmmm……. apa memang Kota Bandung sudah saatnya memiliki Ruang Terbuka yang lebih luas, lebih grand, lebih memadai untuk acara-acara berskala propinsi ya?….. (kompor mode: on…)
Komentar Anda