Well, tidak banyak yang bisa diceritakan tentang kegiatan di Wasior, ibukota Kabupaten Teluk Wondama ini, selain tentunya karena sebagian besar adalah kegiatan terkait kepentingan perusahaan, sisanya adalah kegiatan ‘berburu’ tanaman Keris Papua, benih Matoa, ‘pesta’ durian yang baru musim, janjian di sana dan di sini, dan tentunya ‘berburu’ tiket pesawat.


Satu hal yang memang dirasa susah adalah keluar dari Wasior. Bagaimana tidak, saya mengagendakan bisa berangkat dari Wasior hari Rabu dengan Kapal Ngapulu ke Jayapura, rupanya harus ditunda karena kapal sedang dok. Karena urusan belum selesai, 4 flight di hari Kamis juga tidak dapat saya manfaatkan. Hari Jumat pesawat tidak jadi datang, demikian juga Hari Sabtu karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Ketika dapat info bahwa Hari Minggu ada dua flight dari Wasior, saya segera mencari informasi. Akhirnya setelah bersedia masuk dalam waiting list penerbangan Merpati hari Minggu, dengan rasa syukur saya bisa terbang ke Manokwari. Penerbangan yang cukup mendebarkan karena pesawat kecil berbaling-baling 2 ini sangat terasa sekali bergoncang.
Asap rokok yang mengepul dari daerah pilot dirasa mengganggu para penumpang, sehingga beberapa penumpang menggunakan jarinya menutup hidung karena tidak tahan dengan asap rokok tersebut….
Ketika pesawat mendarat di bandara Manokwari, kembali saya sempat sedikit kaget ketika roda pesawat mengeluarkan bunyi berdecit, ditambah pesawat mendarat dengan sedikit ‘ngepot’ ke kiri…. mungkin karena roda depan tidak pake rem cakram ya? ha ha ha…..
Bagaimanapun, akhirnya saya dapat menikmati fasilias hotspot di salah satu hotel di Manokwari ini, untuk posting tulisan sambil menunggu waktu yang tepat untuk mencari buah tangan untuk buah hati di rumah…
Semoga kedatangan ke sini di lain waktu lebih banyak bercerita tentang pengalaman yang lebih menarik….
Wass…
Komentar Anda