Archive

Archive for June, 2009

Seminggu di Wasior

June 22, 2009 me. . 8 comments

Well, tidak banyak yang bisa diceritakan tentang kegiatan di Wasior, ibukota Kabupaten Teluk Wondama ini, selain tentunya karena sebagian besar adalah kegiatan terkait kepentingan perusahaan, sisanya adalah kegiatan ‘berburu’ tanaman Keris Papua, benih Matoa, ‘pesta’ durian yang baru musim, janjian di sana dan di sini, dan tentunya ‘berburu’ tiket pesawat.

keris papua yang sudah 'dibandungkan'

Sisa-sisa Pesta Durian

Satu hal yang memang dirasa susah adalah keluar dari Wasior. Bagaimana tidak, saya mengagendakan bisa berangkat dari Wasior hari Rabu dengan Kapal Ngapulu ke Jayapura, rupanya harus ditunda karena kapal sedang dok. Karena urusan belum selesai, 4 flight di hari Kamis juga tidak dapat saya manfaatkan. Hari Jumat pesawat tidak jadi datang, demikian juga Hari Sabtu karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Ketika dapat info bahwa Hari Minggu ada dua flight dari Wasior, saya segera mencari informasi. Akhirnya setelah bersedia masuk dalam waiting list penerbangan Merpati hari Minggu, dengan rasa syukur saya bisa terbang ke Manokwari. Penerbangan yang cukup mendebarkan karena pesawat kecil berbaling-baling 2 ini sangat terasa sekali bergoncang.

Asap rokok yang mengepul dari daerah pilot dirasa mengganggu para penumpang, sehingga beberapa penumpang menggunakan jarinya menutup hidung karena tidak tahan dengan asap rokok tersebut….

Ketika pesawat mendarat di bandara Manokwari, kembali saya sempat sedikit kaget ketika roda pesawat mengeluarkan bunyi berdecit, ditambah pesawat mendarat dengan sedikit ‘ngepot’ ke kiri…. mungkin karena roda depan tidak pake rem cakram ya? ha ha ha…..

Bagaimanapun, akhirnya saya dapat menikmati fasilias hotspot di salah satu hotel di Manokwari ini, untuk posting tulisan sambil menunggu waktu yang tepat untuk mencari buah tangan untuk buah hati di rumah…

Semoga kedatangan ke sini di lain waktu lebih banyak bercerita tentang pengalaman yang lebih menarik….

Wass…

Perjalanan ke Teluk Wondama (4?)

June 22, 2009 me. . 4 comments

…rupanya satu halaman tidak cukup untuk cerita pengalaman 2 minggu di Papua….

Cuaca cerah di Hari Sabtu ketika kapal memasuki daerah Serui, saya sempat terheran-heran ketika ada seorang bapak sedaang asyik menelpon dari hape-nya. Ketika saya tanya, rupanya di daerah itu ada sinyal dari salah satu operator selular. Fyi, tidak semua operator selular memberikan layanan di Papua. Untuk amannya, lebih baik seandainya memiliki nomor dari Operator T*******L selain nomor lain yang biasa kita pakai…. Read more…

Perjalan ke Teluk Wondama (3?)

June 22, 2009 me. . 2 comments

…….tulisan ini terutama didedikasikan bagi mereka yang hendak bepergian ke wilayah Papua dan belum memiliki informasi yang cukup mengenai kondisi transportasi di kawasan ini…. semoga membantu…

Kapal Labobar yang seharusnya masuk Pelabuhan Jayapura Hari Jumat 12 Juni pukul 11.00 ternyata baru tiba pukul 16.00, dan direncanakan berangkat pukul 13.00 akhirnya direschedule berangkat pukul 20.00 dan jadinya berangkat juga pukul 23.00 WIT. Saya yang sudah check out dari hotel, akhirnya extend setengah hari karena tidak mungkin saya bengong di pelabuhan untuk sesuatu yang tidak pasti…. Di hotel saya berbincang-bincang dengan seorang Bapak, yang rupanya hendak berangkat ke Nabire dengan kapal yang sama. Kami sama-sama mengatakan, “Semoga kita bisa bertemu lagi Pa…” Read more…

Seminggu di Jayapura, Papua

June 11, 2009 me. . 2 comments

Hari ke- lima di Jayapura, semakin lama semakin banyak yang bisa dilihat dan dipelajari dari kota ini.

Pertama, perilaku berlalu lintas yang masih bisa terlihat adalah ketika ada pejalan kaki yang akan menyeberang di jalur penyeberangan (zebra cross), maka kendaraan (terutama mobil) akan otomatis memberi jalan. Rupanya kebiasaan yang sangat mengesankan bagi saya pribadi ini masih bertahan, setidaknya sejak saya saksikan waktu pertama kali berkunjung ke kota ini tahun 1994. Read more…

Anjingpun berdandan..

June 4, 2009 me. . 4 comments

Saya dapat kiriman email dari seorang kawan… beliau rajin sekali mengumpulkan dan mengirimkan email-email penghibur seperti ini…
Tks Kang Yudi….

Cor jalan yes, drainase no!

June 2, 2009 me. . Leave a comment

Malam ini, terjawab sudah pertanyaan sebagian warga Komplek Bumi Panyileukan Bandung, yang selama ini tak terjawab karena belum ada bukti.

Bagaimana tidak, kegiatan perbaikan Jl Soekarno Hatta Bandung, di ruas jalan Gede Bage – Cibiru berupa peninggian permukaan jalan dengan cor setinggi kurang lebih 20 cm itu tidak/belum diikuti perbaikan saluran drainase yang sepadan, alias bersesuaian dengan kalkulasi perhitungan vokume dan kecepatan run-off water yang seharusnya.

Sebagian warga sudah menduga, bahwa kegiatan perbaikan jalan ini bukan hanya mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di ruas jalan ini, tapi akan memindahkan banjir ke dalam komplek yang elevasinya lebih rendah.

Malam ini, aliran air permukaan (run-off water) setinggi rata2 20-30 cm terjadi hampir di seluruh bagian komplek. Padahal sebelum perbaikan jalan dimulai, kondisi seperti ini belum pernah terjadi.

Terlihat beberapa kendaraan yang berhenti karena mesinnya tidak bisa dihidupkan (semoga tidak merusak komponen pentingnya).

Seyogyanya sebuah perencanaan yang matang, seharusnya dapat mengintegrasikan dan mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak negatif yang dapat ditimbulkan. Seyogyanya perbaikan jalan yang dilakukan dapat direncanakan secara lebih komprehensif, menyeluruh, tidak sektoral, sehingga tidak terkesan ‘memindahkan banjir’.

Kata Jarwo Kwat, “Please deh ah!”

Regards, DHS

Categories: Tidak terkategori

Manohara Pulang….

June 1, 2009 me. . 2 comments

Dear Netter…. Mungkin kelihatannya kaya’ orang iseng, ngapain nulis tentang Manohara segala?

Yang ingin saya highlight adalah pernyataan-pernyataan dia (Manohara-red) tentang kinerja Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia.

Mano says...

Bagaimana bisa sampai diekspose di publik, saya lihat di stasiun tv swasta beberapa kali, bahkan di koran Pikiran Rakyat edisi hari ini, Senin 1 Juni 2009, bahwa Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia tidak berbuat apa-apa untuk menolong warga Indonesia di Malaysia. Bahkan info-info yang dikeluarkannya cenderung berpihak pada Kerajaan Malaysia.. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Padahal tugas dan wewenang seorang Duta Besar adalah melindungi warga negaranya di negara tempat dia bertugas, tentunya at all cost….

Tidak sedikit kita sering mendengar, membaca, atau melihat informasi tentang kondisi warga negara kita yang dilecehkan, disiksa, dihina di negara tetangga tersebut… Seyogyanya negara yang bertetangga, sebaiknya saling menghargai, termasuk menghargai dalam hal-hal yang bersifat kemanusiaan. Kenapa sampai bisa terus terjadi? Tentunya karena mereka tidak melihat perlawanan atau penolakan berarti dari Pemerintah Indonesia, cq KeDuBes….

Semoga sebagai bangsa yang serumpun, ditambah dengan keyakinan yang dipeluk mayoritas penduduknya yang sama, semoga Indonesia dan Malaysia bisa tetap menjalin ukhuwah beyond administrative boundaries……

Wass…