Oleh syaifuddin sayuti – 23 Februari 2009
Eits, itu bukan perkataan saya lho! Itu adalah kejengkelan seorang kawan yang sempat sempat curhat. Ia kesal dan memutuskan ‘membunuh’ account facebooknya. Lho, kok segitunya tanya saya?
di sini saja….
Oleh Taufik H. Mihardja – 23 Februari 2009
Saya terus terang saja kaget juga mendapat email dari temen tentang dampak buruk menggunakan BlackBerry. Tapi setelah membacanya, saya jadi tersenyum. Setelah mengendap selama semalam, sore ini saya jadi penasaran, mengapa tidak saya share untuk temen2 ya. Ini sekedar hiburan saja…
Oleh pinardi – 24 Februari 2009
Jaringan Sosial Facebook dan bentuk lainnya: Friendster, Plaxo, EdLink dll sudah lebih dari 5 tahun di kenal masyarakat internet di seluruh dunia, tetapi khusus untuk facebook , di Indonesia baru berkembang tumbuh pesat untuk kami-kami yang sudah berusia 30 tahun ke atas sejak era mobile facebook (kurang dari 1 tahun).
Hari Sabtu kemaren gak ada yang nelpon.
Hari Minggu, kirim sms gak ada yang bales. Nelpon ke orang gak bisa masuk.
Hari Senin pagi kirim sms gak dibales, tiba-tiba siang ada yang nelpon dan langsung nanya, “sms saya masuk gak?”
Saya bilang, “gak ada sms masuk tuh”
“Lah, untung saya telpon, katanya”…
Beberapa hari terakhir ini Kota Bandung diguyur hujan. Biasanya dimulai setelah dhuhur (mulai pukul 13-an), berhenti menjelang maghrib, berlanjut bada isya, kadang sampai subuh….
Setelah beberapa bulan terakhir merasa aman dari kekhawatiran jalan macet karena banjir di Simpang Soekarno-Hatta, Gedebage, dua hari yang lalu ternyata mulai datang lagi. Rupanya peninggian muka jalan sekitar simpang Gedebage itu belum maksimal mengatasi banjir di daerah itu. Koran lokal Jawa Barat edisi hari Ahad sampai menurunkan tulisan di bagian yang terlihat penting.
Urusan belanja kian mudah berkat internet. Berbagai inovasi pun dilakukan untuk semakin memanjakan konsumen.
Esther Swilley, profesor marketing di Kansas State University, Amerika Serikat, memprediksi bahwa belanja online di masa depan akan berupa dunia virtual yang mirip dengan game Second Life.
Hari Minggu sore kemarin, sambil santai ngulik komputer, saya lihat di salah satu TV swasta ada acara berjudul Redaksi Kontroversial, membahas tentang dunia copet di salah satu kota terkenal di propinsi yang ada di Pulau Jawa.
Di acara itu disebutkan bahwa copet-copet yang beroperasi di kota tersebut sedang ‘resah’. Bahkan ada sebagian diantara mereka yang tidak bisa bertobat karena terjebak di dunia ‘hitam’ tersebut.
Anda tahu, dunia telah kehilangan bahasa Ubykh di Turki dan tahun lalu bahasa Eyak yang dipakai di Alaska juga juga punah, setelah wanita yang bisa menggunakannya Marie Smith Jones meninggal dunia.
Seperti dikutip AFP, Jumat (20/2/2009), dari 6.900 bahasa di dunia, 2.500 diantaranya berada dalam bahaya kepunahan. Hal ini seperti tercantum dalam data badan dunia PBB Unesco.
“… semoga Allah senantiasa memberikan ilham kepada kita untuk dapat selalu merasakan nikmat-Nya kepada kita… Tulisan ini diilhami oleh kebiasan almarhum nenek saya, Ni Ooh, di Ciamis yang begitu memperhatikan tanamannya supaya tumbuh subur di halaman rumahnya yang tidak seberapa luas… Semoga Allah swt merahmati beliau… ”