Kota kecil bernama Ciamis…
” …. di sanaa tempat lahir betaa…. dibuaaai dibesarkan bundaa .. “
Rasanya sebaris lagu tsb cocok untuk menceritakan Ciamis, kota kecil di ujung timur Jawa Barat, tempat pertama kali menghirup udara dunia yang segar, tumbuh, selama sekitar sembilan belas tahun…
Banyak perubahan yang telah terjadi, kawasan ‘kota’ yang bertambah luas, ruas jalan bertambah panjang, kendaraan bertambah banyak, wajah kota yang mulai ‘agak’ berubah seiring dengan keberadaan toko-toko swalayan, dan juga area alun-alun, daerah favorit saya dan anak-anak setiap kali pulang kampung…
Taman raflesia, amphitheater, jogging track, ‘taman pijit refleksi’, air mancur, merupakan elemen-elemen baru yang turut mensukseskan keberadaan pusat Kota Ciamis tersebut, terutama di saat-saat bulan puasa.
Tak ketinggalan pula delman domba, atau sering disingkat deldom, kendaraan khas yang merupakan miniatur delman yang biasanya ditarik oleh kuda, turut memberikan suasana meriah di sana…

Berjuta kenangan yang terlintas setiap kali berada di kota manis ini, kenangan manis tentunya… masa kanak-kanak penuh keceriaan, suasana alam yang masih bersahabat yang alhamdulillah masih dapat dirasakan dan dialami oleh anak-anak kami…
—
Sebenarnya banyak sekali potensi yang dimiliki kabupaten paling timur di propinsi Jawa Barat ini, mulai dari keindahan pantai Karapyak, Karang Nini, Lembah Putri, Pananjung Pangandaran, Pasir Putih, Cagar Alam, Batu Hiu, Batu Karas, sampai Cimerak di bagian pesisir selatan, dan berbagai potensi pertanian dan perkebunan yang ada di bagian utara.
Kecamatan Cimerak, Cijulang, sampai Langkaplancar yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sentra perikanan, pertanian, perkebunan, dan kehutanan tentunya akan semakin memberikan sumbangan yang signifikan manakala dikelola dengan baik, didukung sarana dan prasana yang terus ditingkatkan sehingga mempermudah aksesibilitas untuk memasarkan berbagai komoditas hasil olahan ke dan dari daerah tersebut.
Padaherang, Kalipucang, Lakbok, tentunya masih dikenal sebagai kawasan pertanian yang cukup luas, walau sudah mulai berkurang tentunya karena tuntutan perubahan yang ada.
(sambungan…)
Minggu, 06 Juli 2008…
Hari Minggu kemaren kami sempet jalan-jalan ke Taman Raflesia. Sambil menunggu maghrib, akhirnya mampir ke jalan deket Swadaya… nah, ni dia fotonya, mungkin temen-temen masih ada yang inget…








dian di yogyana diklat audit, terus ka pantai baron, dan ke udang engking.
Assalamualaikum Wr. Wbr.
tadi mengunjungi blog saya ya. sayang tidak kasih komen. terima kasih ya sudah berkunjung. abdi oge ti ciamis, abdi tinggal di jalan tentara pelajar samping kantor catata sipil. nuhun
Wa’alaikumussalam wr wb…
Kang Syaiful, saya memang sering blog walking, mungkin ke blog-nya akang juga pernah/beberapa kali..
Jadi, sekarang tinggal di Ciamis dan nyaleg di Ciamis gitu Kang?
Selamat deh semoga sukses….
dian cenah bade aya reuni, kasih tahu atuh infona
Iya Den, coba sering-sering masuk ke blow/web-nya sman 1 ciamis deh… infonya banyak di situ…
dian, saya teh teu bisa kamana-mana, ngan ukur kqa yogya, bulan depan
Lah, cenah teu ka mana-mana, tapi eta mau ke Yogya… si akang mah sok bodor….
Asyik atuh mo ke Yogya mah, bisa ngeborong oleh-oleh.. Sip lah..
Kang Dian kumaha damang? nepangkeun abdi pun Aan manawi. Mani pangling eta salira janten subur kitu, kapungkur mah asa langsing kang, tos makmur panginten ayeuna mah……
Alhamdulillah Kang Aan, sehat…
kapungkur langsing, memang ayeuna kumaha kitu? da cuma sedikit montok, he he…
duh……….pami aya nu nyarios kota ciamis teh sok pak bray………..asa kumaha kitu. lah pokona good buat kota ciamis
salam ti abdi nu aya di bekasi kanggo sadaya urang ciamis
Ini Teh Retno bersuami Kang Riyanto, atawa Kang Retno? Ciamis Manis Manjing Dinamis, selalu saya rindukan, tempat merefresh kalau sedang mumet…
Assalamualaikum Wr. Wbr.
Kunjungi juga Dong BLOG kita .
Kangen juga dengan kota Ciamis