July 7, 2009

Nilai-Nilai yang Hilang…

Tulisan ini terilhami oleh kejadian waktu saya bersama dengan seorang rekan mendatangi suatu acara pesta pernikahan di Bandung…

Waktu itu kami sedang menunggu kedua mempelai dan orang tua (yang mengundang saya) yang belum keluar dari tempat berganti pakaian. Untuk memanfaatkan waktu, saya dan rekan saya ikut antrian baso tahu goreng (batagor) di salah satu stand makanan di sana. Karena antrian cukup panjang, kira-kira 10 menit kami baru dapat mendekati meja tersebut. Karena datang berdua, di sela-sela mengantri tersebut saya berbincang dengan kawan saya yang ada di belakang. Sesekali saya harus menghadapkan wajah ke arah rekan saya tadi…

Sekonyong-konyong.. saya terheran-heran, ketika mendapati orang yang berdiri di hadapan saya kok warna bajunya berubah, tadinya berwarna kuning menjadi abu-abu… selidik punya selidik, rupanya ada orang yang saking tidak kuat menahan laparnya, sampai-sampai kuat menahan malu dengan nyelip antrian dengan muka polos, tanpa basa basi memotong kami yang sudah lebih lama mengantri… Lebih parah lagi, dia mengajak istrinya serta… )*$%&)#*%&)#%&)#%&#%…

Tiada ucapan sepatah katapun dari orang tersebut, mungkin dia betul-betul kelaparan ya? walaupun dari dandanannya terlihat perlente, dari wajahnya terlihat orang yang berpendidikan, dari gadget yang dibawanya terlihat sepertinya orang berada, tapi kok begitu ya? Kalau dia aja seperti itu, sungguh sangat wajar apabila beberapa anak bangsa ini, yang kurang beruntung, rela mengantri untuk dapat menuntaskan harapannya mendapat sedikit uang sedekah di mana-mana….

Teringat lagi pengalaman beberapa kali jadwal keberangkatan pesawat mengalami delay, tidak ada sepatah katapun permintaan maaf baik dari pramugari, bahkan dari sang kapten pesawat sekalipun… jangan harap ada kompensasi dari keterlambatan tersebut… (jadi inget perilaku salah seorang tokoh wanita dalam serial Bajay Bajuri, dia selalu memulai bicara dengan mengatakan, “maaf, ……”)

Perjalanan kembali dari Balikpapan kemaren, kami dibuat menunggu lebih dari 20 menit, gara-gara ada 4 (empat) orang bapak yang sudah check in tapi terlambat boarding. Ketika akhirnya mereka naik pesawat, dan kebetulan duduk di sebelah saya, tidak terucap sepatah katapun, atau bahkan terlihat raut muka penyesalan karena membuat sekian ratus orang menunggu mereka berempat…

Oh ya, satu lagi, ketika pesawat tadi hampir mendarat, saya dapati seorang wanita asyik ber-sms ria. Saya kira cuma sekali saja dia ber-sms, saya perhatikan, asyik saja terus dia melakukan itu. Akhirnya saya tegur supaya mematikan handphone-nya. Ajaib! sungguh ajaib!, tidak ada sepatah katapun terucap dari mulutnya, bahkan raut mukanya pun tidak berubah! lempeng bin cuek….

Muncul pertanyaan dalam benak saya, apa memang sudah sedemikian hilang nilai-nilai yang selama ini ditanamkan dalam diri bangsa ini? Bagaimana sih para orangtua mendidik putra putri mereka selama ini? Sungguh menyedihkan… apalah jadinya bangsa yang katanya ramah ini kelak?

……………… sad sad sad sad ……………….

June 22, 2009

Seminggu di Wasior

Well, tidak banyak yang bisa diceritakan tentang kegiatan di Wasior, ibukota Kabupaten Teluk Wondama ini, selain tentunya karena sebagian besar adalah kegiatan terkait kepentingan perusahaan, sisanya adalah kegiatan ‘berburu’ tanaman Keris Papua, benih Matoa, ‘pesta’ durian yang baru musim, janjian di sana dan di sini, dan tentunya ‘berburu’ tiket pesawat. Keep reading →

June 22, 2009

Perjalanan ke Teluk Wondama (4?)

…rupanya satu halaman tidak cukup untuk cerita pengalaman 2 minggu di Papua….

Cuaca cerah di Hari Sabtu ketika kapal memasuki daerah Serui, saya sempat terheran-heran ketika ada seorang bapak sedaang asyik menelpon dari hape-nya. Ketika saya tanya, rupanya di daerah itu ada sinyal dari salah satu operator selular. Fyi, tidak semua operator selular memberikan layanan di Papua. Untuk amannya, lebih baik seandainya memiliki nomor dari Operator T*******L selain nomor lain yang biasa kita pakai…. Keep reading →

June 22, 2009

Perjalan ke Teluk Wondama (3?)

…….tulisan ini terutama didedikasikan bagi mereka yang hendak bepergian ke wilayah Papua dan belum memiliki informasi yang cukup mengenai kondisi transportasi di kawasan ini…. semoga membantu…

Kapal Labobar yang seharusnya masuk Pelabuhan Jayapura Hari Jumat 12 Juni pukul 11.00 ternyata baru tiba pukul 16.00, dan direncanakan berangkat pukul 13.00 akhirnya direschedule berangkat pukul 20.00 dan jadinya berangkat juga pukul 23.00 WIT. Saya yang sudah check out dari hotel, akhirnya extend setengah hari karena tidak mungkin saya bengong di pelabuhan untuk sesuatu yang tidak pasti…. Di hotel saya berbincang-bincang dengan seorang Bapak, yang rupanya hendak berangkat ke Nabire dengan kapal yang sama. Kami sama-sama mengatakan, “Semoga kita bisa bertemu lagi Pa…” Keep reading →

June 11, 2009

Seminggu di Jayapura, Papua

Hari ke- lima di Jayapura, semakin lama semakin banyak yang bisa dilihat dan dipelajari dari kota ini.

Pertama, perilaku berlalu lintas yang masih bisa terlihat adalah ketika ada pejalan kaki yang akan menyeberang di jalur penyeberangan (zebra cross), maka kendaraan (terutama mobil) akan otomatis memberi jalan. Rupanya kebiasaan yang sangat mengesankan bagi saya pribadi ini masih bertahan, setidaknya sejak saya saksikan waktu pertama kali berkunjung ke kota ini tahun 1994. Keep reading →

June 4, 2009

Anjingpun berdandan..

Saya dapat kiriman email dari seorang kawan… beliau rajin sekali mengumpulkan dan mengirimkan email-email penghibur seperti ini…
Tks Kang Yudi….

June 2, 2009

Cor jalan yes, drainase no!

Malam ini, terjawab sudah pertanyaan sebagian warga Komplek Bumi Panyileukan Bandung, yang selama ini tak terjawab karena belum ada bukti.

Bagaimana tidak, kegiatan perbaikan Jl Soekarno Hatta Bandung, di ruas jalan Gede Bage – Cibiru berupa peninggian permukaan jalan dengan cor setinggi kurang lebih 20 cm itu tidak/belum diikuti perbaikan saluran drainase yang sepadan, alias bersesuaian dengan kalkulasi perhitungan vokume dan kecepatan run-off water yang seharusnya.

Sebagian warga sudah menduga, bahwa kegiatan perbaikan jalan ini bukan hanya mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di ruas jalan ini, tapi akan memindahkan banjir ke dalam komplek yang elevasinya lebih rendah.

Malam ini, aliran air permukaan (run-off water) setinggi rata2 20-30 cm terjadi hampir di seluruh bagian komplek. Padahal sebelum perbaikan jalan dimulai, kondisi seperti ini belum pernah terjadi.

Terlihat beberapa kendaraan yang berhenti karena mesinnya tidak bisa dihidupkan (semoga tidak merusak komponen pentingnya).

Seyogyanya sebuah perencanaan yang matang, seharusnya dapat mengintegrasikan dan mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak negatif yang dapat ditimbulkan. Seyogyanya perbaikan jalan yang dilakukan dapat direncanakan secara lebih komprehensif, menyeluruh, tidak sektoral, sehingga tidak terkesan ‘memindahkan banjir’.

Kata Jarwo Kwat, “Please deh ah!”

Regards, DHS

June 1, 2009

Manohara Pulang….

Dear Netter…. Mungkin kelihatannya kaya’ orang iseng, ngapain nulis tentang Manohara segala?

Yang ingin saya highlight adalah pernyataan-pernyataan dia (Manohara-red) tentang kinerja Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia.

Mano says...

Bagaimana bisa sampai diekspose di publik, saya lihat di stasiun tv swasta beberapa kali, bahkan di koran Pikiran Rakyat edisi hari ini, Senin 1 Juni 2009, bahwa Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia tidak berbuat apa-apa untuk menolong warga Indonesia di Malaysia. Bahkan info-info yang dikeluarkannya cenderung berpihak pada Kerajaan Malaysia.. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Padahal tugas dan wewenang seorang Duta Besar adalah melindungi warga negaranya di negara tempat dia bertugas, tentunya at all cost….

Tidak sedikit kita sering mendengar, membaca, atau melihat informasi tentang kondisi warga negara kita yang dilecehkan, disiksa, dihina di negara tetangga tersebut… Seyogyanya negara yang bertetangga, sebaiknya saling menghargai, termasuk menghargai dalam hal-hal yang bersifat kemanusiaan. Kenapa sampai bisa terus terjadi? Tentunya karena mereka tidak melihat perlawanan atau penolakan berarti dari Pemerintah Indonesia, cq KeDuBes….

Semoga sebagai bangsa yang serumpun, ditambah dengan keyakinan yang dipeluk mayoritas penduduknya yang sama, semoga Indonesia dan Malaysia bisa tetap menjalin ukhuwah beyond administrative boundaries……

Wass…

May 29, 2009

Sebegitu Pentingkah Hape Anda?

Ya, itu pertanyaan yang muncul di benak saya, memperhatikan begitu banyaknya diantara kita yang sangat tidak sabaran untuk segera mengaktifkan Hape sesegera mungkin begitu pesawat anda mendarat.

Kalimat pramugari yang sampai perlu diulang 2 kali dianggap angin lalu saja. Masing-masing begitu asyik sendiri, seolah-olah urusannya lah yang paling penting.

Apakah menunggu sejenak sampai tiba di luar pesawat menjadi tidak bisa dilakukan? Begitu pentingkah Hape anda?

Regards, DHS
===================
www.alami-group.com
http://dianheri.wordpress.com

May 21, 2009

Hasil Akhir Pemilu 2009

sumber:http://pemilu.detiknews.com/jumlahsuara 

Bagi yang penasaran atau belum memperoleh link-nya, berikut adalah perolehan suara partai-partai politik pada pemilu legislatif 2009 lalu…
Sumber: KPU
Selasa, 12/05/2009 12:02 WIB Keep reading →